MANAJEMEN
A.FUNGSI PERENCANAAN:
Pengertian Perencanaan Menurut Para Ahli
Pengertian mengenai perencanaan disampaikan oleh John Friedmann dalam bukunya yang berjudul Planning in the Public Domain. Dijelaskan bahwa perencanaan selalu mengandung empat unsur utama, yaitu:
(1) perencanaan adalah sebuah cara untuk memikirkan persoalan-persoalan sosial ekonomi;
(2) perencanaan selalu berorientasi ke masa depan;
(3) perencanaan memberikan perhatian pada keterkaitan antara pencapaian tujuan dan proses pengambilan keputusan; dan
(4) perencanaan mengedepankan kebijakan dan program yang komprehensif.
Berdasarkan keempat unsur yang disampaikan oleh Friedmann ini, dapat disimpulkan bahwa perencanaan merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan untuk kepentingan masa depan.
Mengutip dari buku Dasar-Dasar Manajemen oleh Manullang, Newman mendefinisikan perencanaan sebagai penentuan terlebih dahulu mengenai apa yang akan dikerjakan. Sementara, Robbins dan Coulter dikutip dari Ernie Tisnawati dalam buku Pengantar Manajemen mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi.
Menurut Conyer dan Hill (1984), perencanaan adalah upaya untuk menyusun prioritas sesuai dengan sumberdaya yang tersedia dan tujuan jangka panjang yang ditetapkan. Kegiatan perencanaan sesungguhnya juga mengandung unsur kreatifitas dan keberanian dalam memberikan penilaian atas situasi saat ini dan masa depan sekaligus.
Syarat Perencanaan
Dalam praktiknya, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang memenuhi beberapa persyaratan seperti faktual atau realistis, logis dan rasional, fleksibel, komitmen, dan komprehensif. Masih dilansir dari Pengantar Manajemen oleh Ernie Trisnawati, berikut selengkapnya;
Faktual Atau Realistis.
Perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual atau realistis. Artinya, apa yang dirumuskan oleh perusahaan sesuai dengan fakta dan wajar untuk dicapai dalam kondisi tertentu yang dihadapi perusahaan.
Logis Dan Rasional.
Perencanaan yang baik juga perlu untuk memenuhi syarat logis dan rasional. Artinya, apa yang dirumuskan dapat diterima oleh akal, dan oleh sebab itu maka perencanaan tersebut bisa dijalankan. Menyelesaikan sebuah bangunan bertingkat hanya dalam waktu satu hari adalah sebuah perencanaan yang selain Tidak realistis, sekaligus juga tidak logis dan irasional jika dikerjakan dengan menggunakan sumber daya orang-orang yang terbatas dan mengerjakan dengan pendekatan yang tradisional tanpa bantuan alat-alat modern.
Fleksibel.
Perencanaan yang baik juga tidak berarti kaku dan kurang fleksibel. Perencanaan yang baik justru diharapkan tetap dapat beradaptasi dengan perubahan di masa yang akan datang, sekalipun tidak berarti bahwa planning dapat kita ubah seenaknya.
Komitmen.
Perencanaan yang baik harus merupakan dan melahirkan komitmen terhadap seluruh anggota organisasi untuk bersama-sama berupaya mewujudkan tujuan organisasi. Komitmen dapat dibangun dalam sebuah perusahaan jika seluruh anggota di perusahaan "beranggapan bahwa perencanaan yang dirumuskan telah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi.
Komprehensif.
Perencanaan yang baik juga harus memenuhi syarat komprehensif artinya menyeluruh dan mengakomodasi aspek-aspek yang terkait langsung maupun tak langsung terhadap perusahaan. Perencanaan yang baik tidak hanya terkait dengan bagian yang harus kita jalankan, tetapi juga dengan mempertimbangkan koordinasi dan integrasi dengan bagian lain di perusahaan.
MANAGEMENT BY OBJECTIVE (MBO) ATAU MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN:
Management by objectives atau MBO adalah pendekatan perusahaan yang diyakini bisa meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja.
Pasalnya, strategi yang satu ini berorientasi pada hasil, bukan proses. Jadi, segala aktivitas perusahaan harus sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
1. Kelebihan
•membantu karyawan menghargai peran dan tanggung jawab mereka di tempat kerja
•key result areas (KRA) dibuat sesuai masing-masing karyawan, tergantung pada minat, kualifikasi pendidikan, dan spesialisasi mereka
•biasanya menghasilkan komunikasi dan kerja sama tim yang lebih baik
•memberikan pemahaman yang jelas tentang apa yang diharapkan perusahaan dari karyawan.
•setiap karyawan diberi tanggung jawab yang berbeda sehingga merasa sangat diperlukan oleh perusahaan
•berpotensi mengembangkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan
•manajer membantu memastikan bahwa tujuan tim sejalan dengan tujuan perusahaan
2. Kekurangan
•kerap mengabaikan etos dan kondisi kerja perusahaan yang sudah ada
•terlalu fokus pada tujuan dan target dibandingkan operasional
•tidak menekankan alasan penting di balik penetapan sebuah target
Ada lima langkah yang perlu kamu lalui untuk menerapkan MBO. Lima tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.menentukan atau merevisi tujuan perusahaan berdasarkan visi dan misi yang sudah ada
2.menurunkan tujuan perusahaan kepada karyawan (bisa menggunakan metode SMART)
3.meningkatkan partisipasi karyawan dalam menetapkan tujuannya masing-masing
4.memantau kemajuan karyawan
5.mengevaluasi dan mengapresiasi kemajuan karyawan
FUNGSI PERORGANISASIAN:
Organizing atau proses pengorganisasian adalah 4 fungsi manajemen menurut para ahli yang berfokus pada pengaturan sumber daya fisik dan manusia yang perusahaan miliki guna merealisasikan rencana tujuan.
Biasanya, fungsi organizing dipakai untuk mengelompokkan seluruh alat, tugas, orang maupun wewenang yang ada untuk tujuan pemenuhan rencana.
Proses pengawasan dilakukan oleh manajer secara mudah dengan memanfaatkan fungsi pengorganisasian.
Manajer dapat menentukan anggota kelompok, penanggung jawab hingga jenis dan klasifikasi tugas melalui fungsi organizing.
Unsur Fungsi Organizing
Ada 3 unsur yang harus dipenuhi fungsi pengorganisasian. Ketiga unsur tersebut adalah
1. Kegiatan yang diorganisir dilakukan semata-mata untuk mencapai tujuan.
2. Adanya implementasi dari rencana kegiatan yang telah ditetapkan.
3. Pengarahan sekelompok individu untuk saling bekerja sama.
Kegiatan Fungsi Organizing
Untuk mewujudkan fungsi pengorganisasian yang baik, berikut beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan
1. Menyeleksi, merekrut dan memberikan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.
2. Menyesuaikan posisi tenaga kerja sesuai dengan kemampuan mereka.
3. Menyusun dan menetapkan tugas serta mengalokasikan tenaga kerja sesuai prosedur.
4. Menentukan struktur perusahaan sesuai tanggung jawab dan garis kewenangan.
Manfaat Fungsi Organizing
Setidaknya, inilah beberapa manfaat yang akan diperoleh dengan menerapkan fungsi pengorganisasian.
1. Tugas dijalankan dengan spesialisasi masing-masing.
2. Adanya transparansi pembagian tugas yang jelas.
3. Pembagian tugas dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan.
4. Setiap tenaga kerja paham akan tugasnya masing-masing.
5. Adanya manajer profesional sebagai pihak utama koordinasi seluruh kegiatan
FUNGSI KEPEGAWAIAN ATAU STAFFING:
Fungsi kepegawaian dalam manajemen adalah suatu proses pengelolaan struktur organsasi melalui tahap seleksi, penilaian, dan pengembangan sumber daya manusia yang tepat dan efektif untuk mengisi jabatan. Theo Haimann menyebutkan bahwa fungsi kepegawaian berkaitan dengan perekrutan, seleksi, pengembangan dan kompensasi terhadap pegawai.
Berikut ini adalah sifat-sifat dari fungsi kepegawaian:
1. Kepegawaian adalah fungsi manajerial yang penting. Fungsi kepegawaian adalah tindakan palungan yang paling penting bersama dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Operasi keempat fungsi ini bergantung pada tenaga kerja yang tersedia melalui fungsi kepegawaian.
2. Kepegawaian adalah kegiatan yang meresap. Fungsi kepegawaian dijalankan oleh semua manajer dan dalam semua jenis perhatian (concern) dimana kegiatan bisnis dilakukan.
3. Kepegawaian adalah kegiatan yang berkesinambungan. Ini karena fungsi kepegawaian berlanjut sepanjang masa organisasi karena transfer dan promosi yang terjadi.
4. Dasar dari fungsi kepegawaian adalah manajemen personalia (sumber daya manusia) yang efisien. Sumber daya manusia dapat dikelola secara efisien oleh sistem atau prosedur yang tepat. Yaitu rekrutmen, seleksi, penempatan, pelatihan dan pengembangan, pemberian remunerasi, dan lainnya.
5. Kepegawaian membantu menempatkan orang yang tepat di pekerjaan yang tepat. Ini dapat dilakukan secara efektif melalui prosedur rekrutmen yang tepat dan kemudian akhirnya memilih kandidat yang paling sesuai sesuai persyaratan pekerjaan.
6. Kepegawaian dilakukan oleh semua manajer tergantung pada sifat bisnis, ukuran perusahaan, kualifikasi dan keterampilan manajer, dan lainnya. Di perusahaan kecil, manajemen puncak umumnya melakukan fungsi ini. Dalam perusahaan skala menengah dan kecil, ini dilakukan terutama oleh departemen personalia yang terkait.
FUNGSI PENGARAHAN ATAU DIRECTING:
Actuating and directing atau fungsi pengarahan merupakan usaha untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dan efisien dengan menciptakan suasana kerja yang dinamis.
Untuk mewujudkannya, berikut beberapa kegiatan yang biasa dilakukan fungsi pengarahan.
1. Bimbingan serta pemberian motivasi terhadap tenaga kerja.
2. Sosialisasi tugas dan seluruh kebijakan dengan jelas.
3. Penjelasan tugas pekerjaan secara rutin.
FUNGSI PENGAWASAN ATAU CONTROLING:
Controlling atau proses pengawasan merupakan 4 fungsi manajemen menurut para ahli terakhir yang digunakan untuk tujuan pengendalian.
Fungsi controlling juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mengukur kinerja karyawan sesuai standar yang telah dibuat. Melalui fungsi controlling, evaluasi perbaikan dapat dilaksanakan bila memang dibutuhkan.
Kegiatan Fungsi Controlling
Berikut beberapa kegiatan yang biasa dilaksanakan dalam fungsi controlling
1.Klarifikasi dan pemeriksaan atas kesalahan yang terjadi.
2.Evaluasi target sesuai standar indikator yang telah ditetapkan.
3.Pemberian alternatif solusi atas penyimpangan yang ada.
Untuk merealisasikan fungsi controlling dengan efektif, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan
1. Scheduling, penetapan waktu pengawasan sesuai dengan semestinya.
2. Routing, penentuan cara pengawasan yang diinginkan.
3. Follow up, pencarian solusi atas sebuah masalah.
4. Dispatching, suatu perintah pekerjaan yang digunakan sebagai pengawasan.
Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan secara mudah dengan mengetahui fungsi-fungsi manajemen. Arah tujuan perusahaan kedepannya akan ditentukan dari berbagai fungsi yang digunakan. Sebab penerapan fungsi-fungsi manajemen yang tepat akan membawa perubahan baik bagi organisasi maupun perusahaan.

