Keindahan alam selalu menjadi obat di tengah penat dan sibuknya urusan pekerjaan. Pun saat sudah mulai bosan dengan hiruk-pikuk suasana kota. Kembali ke alam, bermain di ujung desa menjadi satu pilihan yang perlu dicoba.
Pasalnya, di beberapa sudut desa, khususnya di Kabupaten Purbalingga sudah mulai tumbuh desa wisata. Sebut saja, Desa Wisata Serang, Desa Wisata Panusupan, dan lainnya. Tapi, di Purbalingga desa wisata bukan cuma di desa itu saja loh. Di ujung timur Purbalingga, berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara, ada satu desa wisata yang akan memberikan kenyamanan tersendiri, Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang.
Memang Desa Gunungwuled belum setenar desa wisata lainnya. Tapi Anda akan dimanjakan bukan hanya wisata Kalianget di Dusun Penthul saja. Pasalnya, belum lama ini, tepatnya 7 Mei 2017 silam, baru saja dibuka tiga wisata (puncak Sibarat, Curug panyatan dan Lampion Tengah Sawah) di Dusun Bawahan, Desa Gunungwuled, Rembang.
Untuk menuju Dusun Bawahan, Gunungwuled, bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak tempuh dari kota sekitar 1 jam. Tenang, jalan sudah mulus, karena sudah diaspal. Hanya harus tetap hati-hati, karena melewati jalan berkelok dan sesekali cukup curam.
Selain itu, selama perjalanan, Anda bakal disuguhi panorama alam yang cukup memikat hati. Pepohonan hijau berjejer nan rapi di perkebunan warga sekitar. Sesekali, hijau pepohonan berganti hamparan hijau sawah. Sesampainya di Gunungwuled, Anda harus menuju Dusun Bawahan.
Tidak lama, sampai di permukiman warga, parkirkan kendaraan di lahan parkir yang sudah tersedia di sekitar permukiman warga. Keramahan warga akan membuat Anda semakin betah di desa yang sejuk ini. Karena untuk menuju loket tiket Anda melewati perumahan warga nan ramah. Biaya masuknya sangat terjangkau, Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp 2 ribu untuk parkir, dan 5 ribu untuk masing-masing wisata.
Selesai ambil tiket, langsung saja menuju Puncak Sibarat, tidak perlu takut lelah. Karena meskipun namanya puncak, tapi Anda cukup berjalan selama kurang lebih 15 menit. Langkahkan kaki dengan santai menyusuri jalan setapak di antara perkebunan warga. Paduan nyanyian alam antara serangga, ranting pohon dan dedauan yang menari-nari dibelai angin, semakin menambah ketenangan.
Sesampainya di puncak, lelah dan sedikit keringat yang sempat mengalir, akan terbalas. Sepoi angin akan membelai dengan lembut. Diiringi nyanyian alam yang semakin terasa. Serta Panorama alam, hijau membentang, dengan bukit-bukit di bawahnya. Bendung Mrican Kabupaten Banjarnegara juga terlihat jelas dari puncak saat cuaca cerah loh.
Selain menikmati keindahan dan kesegaran alamnya, jangan lupa abadikan momen bersama sahabat atau keluarga di bukit nan indah ini. Segera saja keluarkan ponsel pintar dan pasang tampang paling manis. Karena ada beberapa spot yang asyik di puncak Sibarat ini. Seperti umah kewalik, balkon dari bambu, atau ruang tamu dari bambu yang asyik untuk menikmati indahnya alam Purbalingga.
Kalau sudah merasa cukup puas dengan si puncak Sibarat, jangan langsung bergegas pulang. Kembali turuni jalur pendakian, susuri jalan menuju Curug Panyatan. Lelah Anda selama di puncak akan terbayar lebih dengan kesegaran air terjun yang jernih. Debur air terjun juga akan membuat suasana semakin damai.
Selain Curug Panyatan, ada juga lampion tengah sawah. Di sekitar pemukiman warga, terbentang sawah hijau dengan jalan dari bambu dan lampion berwarna-warni di atasnya. Anda bisa menikmati kesegaran sawah dengan berjalan di atasnya. Tapi, lebih asyik lagi kalau saat malam hari, saat lampionnya menyala.
Pendamping Desa Wisata Gunungwuled, Aris Widianto, mengatakan, tiga wisata tersebut resmi dibuka 7 Mei 2017. Karena adanya kelompok sadar wisata dan pemuda dusun Bawahan Desa Gunungwuled.
Ia mengatakan, awalnya, ia hanya melihat satu potensi Dusun Bawahan, yakni Curug Panyatan. Namun, berdasarkan mapping yang bisa dimanfaatkan pemuda dusun, mereka membuat lampion tengah sawah dan umah kewalik di puncak Sibarat untuk menambah daya tarik Curug Panyatan.
“Kami hanya memanfaatkan potensi lokal yang dikemas dengan paket wisata. Dan ingin memudahkan pengunjung untuk berwisata tanpa pindah tempat dengan jarak jauh. Sehingga di sini ada banyak pilihan di satu kawasan wisata yang jaraknya sangat dekat,” kata Aris
Selain wisata siang hari, menurutnya, pokdarwis juga menyediakan paket wisata dusun Bawahan. Cukup dengan Rp 250-300 ribu per orang (minimal 5 orang), Anda dan keluarga sudah bisa menikmati wisata selama dua hari satu malam di dusun Bawahan.
Paket wisata yang ditawarkan tentu dengan beragam fasilitas. Di antaranya, Anda tidak perlu bingung mencari perlengkapan camping atau tempat menginap. Pasalnya, sudah disediakan perlengkapan camping lengkap untuk berkemah di puncak Sibarat atau homestay (tergantung permintaan, red), lengkap dengan makan sebanyak 3 kali.
“Sebenarnya paling menarik di sini melihat sunrise di puncak Sibarat. Selain itu, paling asyik menikmati lampion tengah sawah malam hari. Makanya kami sediakan paket wisata dua hari semalam dengan tarif yang terjangkau. Karena kami juga sudah menyiapkan pemandu juga,” kata dia.
Aris juga mengungkapkan akan terus membenahi wisata di Bawahan, Gunungwuled. Di antaranya papan penunjuk arah. “Kami prediksi lebaran akan ramai, makanya kami target sebelum lebaran papan penunjuk arah dusun Bawahan sudah terpasang. Karena dana masih swadaya masyarakat, jadi bertahap,” katanya.
Sementara itu, seorang pengunjung asal Karangmoncol, Winda (24), mengatakan sangat menikmati keindahan dusun Bawahan, Gunungwuled. “Tempatnya asyik, tahu baru dibuka wisata baru, langsung ajak teman main. Nggak nyesel ke sini,” kata dia. (

