Minggu, 17 Februari 2019

Museum ini terletak di tepi sungai Klawing yang merupakan sungai besar di daerah Purbalingga. Di pelataran museum ini terdapat lapangan besar sekaligus dapat digunakan untuk berbagai acara termasuk digunakan sebagai bumi perkemahan. Tempat parkir yang tersedia juga cukup besar sehingga memudahkan pengunjung datang di lokasi ini.

Sebelum memasuki museum, ada patung besar Soedirman berdiri dengan megah. Di museum ini terpahat juga ukiran relief yang menggambarkan kisah perjalanan hidup sang panglima. Relief sepanjang 10 meter itu menceritakan riwayat Soedirman sejak mulai bayi, remaja, hingga masa pergerakan perjuangan. Dalam relief itu tergambar juga kisah perjuangan Soedirman ketika sakit di masa perlawanan menghadapi penjajah.

Dalam museum Soedirman ada beberapa kamar, salah satunya kamar ketika Soedirman masih bayi. Ayunan bayi untuk menimang Soedirman mungil masih terjaga baik. Ada pula sebuah dipan untuk tidur. Tempat tidur kayu itu seringkali digunakan ayahanda Soedirman, Raden Cokro Sunaryo untuk beristirahat. 

Sebuah replika kereta kuda dan tandu dari bambu yang dipakai untuk mengangkat Jenderal Soedirman saat masa perjuangan juga dipajang di museum ini.  Kondisi Museum Jenderal Soedirman yang sepi pengunjung sangat disayangkan. Padahal untuk masuk, pengunjung hanya diminta membeli tiket seharga Rp 500. Data di museum mencatat, jumlah pengunjung yang datang ke museum hanya beberapa orang saja dalam waktu sebulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar